SEKILAS INFO

     » Selamat Datang di Website Resmi Dinas Pertanian Dan Perikanan Kabupaten Madiun
Senin, 20 Mei 2019 - 11:58:57 WIB
Budidaya Tanaman Kakao/Coklat (Theobroma cacao L.)

Diposting oleh : Dinas Pertanian dan Perikanan
Kategori: Bidang Perkebunan - Dibaca: 74 kali

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan tanaman yang banyak di budidayakan. Tanaman yang dikenal dengan coklat ini berasal dari Amerika Selatan.

Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan : Plantae.
Divisi : Magnoliophyta.
Kelas : Magnoliopsida.
Ordo : Malvales.
Family : Malvaceae.
Genus : Theobroma.
Spesies : Theobroma Cacao

Kakao dapat tumbuh hingga ketinggian 10 meter. Buah kakao tumbuh dari bunga yang telah diserbuki, buah kakao berbentuk bulat memanjang. Warna buah kakao yang masih muda berwarna hijau hingga ungu jika sudah masak kulit buahnya berwarna kuning. Dalam buah terdapat biji yang terangkai pada plasenta, biji tersebut berbalut salut ari lunak berwarna putih (pulp).

Indonesia menempati peringkat 3, negara penghasil kakao terbesar setelah Pantai Gading dan Ghana. Kini banyak petani Indonesia yang  Khususnya Di Kabupaten Madiun yang berada didaerah Kecamatan Dagangan, Kecamatan Kare, Kecamatan Gemarang, Kecamatan Saradan melakukan budidaya Tanaman Kakao ini, dengan Luas Area 4.307 Produktivitas 409,89 Kg/Ha/Th dan Nilai Produksi 848,9 dalam bentuk Produksi Biji Kering.

 berikut adalah cara budidaya tanaman kakao :

1. Syarat Tumbuh
Tanaman Kakao akan tumbuh dengan optimal pada daerah dengan ketinggian sekitar 0 mdpl hingga 800 mdpl dengan suhu sekitar 30°C-32°C, memiliki curah hujan sekitar 1100 mm hingga 3000 mm per tahun dan juga kelembapan udara sekitar 30%-40%. Tanah yang baik untuk membudidayakan Tanaman Kakao ini adalah tanah yang memiliki struktur gembur, lempung berpasir, lempung liat dan kaya akan bahan organ dengan pH atau derajat keasaman tanah sekitar 6,5-7,5.

2. Persiapan Bibit Kakao
Bibit kakao dapat diperoleh dengan 2 cara yaitu menggunakan biji atau melalui okulasi atau kultur jaringan. Namun, cara yang banyak digunakan para petani adalah menggunakan biji. Berikut adalah cara perbanyak bibit dengan menggunakan biji :

  • Pertama, ambillah buah yang telah masak dari tanaman induk yang sehat, memiliki produktivitas yang tinggi dan juga toleran terhadap hama dan penyakit.
  • Selanjutnya, keluarkan biji dari buah kemudian bersihkan dari plasentanya menggunakan abu atau serbuk kayu dan cuci dengan air mengalir.
  • Jika sudah, Susun biji tersebut dalam karung goni yang telah dibasahi dan didiamkan selama 1 hingga 3 hari hingga berkecambah. Kelembaban karung goni harus selalu dijaga.
  • Siapkan polybag berukuran sekitar 25×40 cm dan isi dengan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kompos dengan perbandingan 2 : 1.
  • Tanam biji benih yang telah berkecambah dalam polybag.
  • Setelah berumur sekitar 5 hingga 6 bulan, tanaman kakao dapat dipindah tanamkan ke lahan tanam.

3. Persiapan Lahan Tanam
Lahan yang akan dijadikan tempat budidaya Tanaman Kakao diolah terlebih dahulu. Bersihkan gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang ada pada lahan tanam. Selanjutnya, lakukan penggemburan pada lahan tanam dengan cara dicangkul atau di bajak. Jika sudah, lakukan penanaman tanaman pelindung seperti pisang, lamtoro atau petai cina. Dua minggu sebelum tanam, buatlah lubang tanam ukuran sekitar 40 cm x 40 cm x 40 cm atau 60 cm x 60 cm x 60 cm.

4. Penanaman Tanaman Kakao
Setelah semuanya siap, lakukan penanaman. Bibit yang tumbuh dengan baik, diambil kemudian lepaskan polybag tanamnya dengan hati-hati agar media tanamnya tidak rusak. Selanjutnya, masukkan bibit dalam lubang tanam yang telah disiapkan lalu timbun dan padatkan.

5. Pemeliharaan Tanaman Kakao

Penyiangan Tanaman
Lakukan penyiangan terhadap gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh disekitar tanaman kakao agar unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman tidak berebut dengan gulma tersebut. Penyiangan tersebut dapat dilakukan dengan melakukan pencabutan secara langsung atau menggunakan cangkul atau kored, bisa juga dengan cara melakukan penyemprotan secara herbisida.

Penyulaman
Lakukan penyulaman terhadap tanaman yang mati atau tumbuh tidak optimal dengan tanaman yang baru. Penyulaman ini dilakukan sebelum tanaman berumur 2 minggu setelah tanam.

Pemupukan
Pemupukan dilakukan setelah tanaman berumur 2 bulan setelah tanam. Pemupukan ini biasa dilakukan setelah penyiangan. Pupuk yang diberikan yaitu pupuk Urea, SP-36 dan KCl dengan dosis yang diberikan berdasarkan umur tanaman.

Saat berumur 1 tahun diberi 15 gram Urea, 15 gram SP-36 dan 10 gram KCl per tanaman

Saat berumur 2 tahun diberi 22 gram Urea, 20 gram SP-36 dan 25 gram KCl per tanaman

Saat berumur 3 tahun diberi 44 gram Urea, 41 gram SP-36 dan 50 gram KCl per tanaman

Saat berumur 4 tahun diberi 89 gram Urea, 83 gram SP-36 dan 100 gram KCl per tanaman

Saat berumur 5 tahun diberi 150 gram Urea, 100 gram SP-36 dan 200 gram KCl per tanaman

Pemangkasan
Pemangkasan diawali dengan memangkas tanaman pelindung secara berkala hingga tanaman kakao dapat tumbuh normal tanpa tanaman pelindung. Lakukan pemangkasan cabang atau ranting tanaman kakao yang tumbuh terlalu rimbun. Pemangkasan ini bertujuan agar tajuk tumbuh seimbang dan kokoh serta mengurangi kelembapan sehingga tanaman terhindar dari hama dan penyakit.

6. Panen dan Pasca Panen Kakao
Buah yang sudah dapat dipanen adalah buah yang telah berumur sekitar 5,5 bulan hingga 6 bulan setelah pembungaan. Biasanya buah yang siap panen berwarna kekuningan hingga jingga. Pemanenan buah tersebut dilakukan dengan cara memotong tangkai buah.

Buah yang telah dipanen selanjutnya dipecah dan dikeluarkan bijinya. Selanjutnya, biji di fermentasi selama sekitar 7 hingga 12 hari dalam karung, lalu keringkan biji atau dijemur dibawah sinar matahari selama sekitar 7 sampai 9 hari hingga benar-benar kering. Jika sudah kering selanjutnya anda dapat menjualnya pada pengepul.

https://www.youtube.com/watch?v=bEMFxDr0l6g

 

GALERI FOTO