SEKILAS INFO

     » Selamat Datang di Website Resmi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Madiun
Senin, 10 Juli 2017 - 14:12:05 WIB
Budidaya Jambu Air

Diposting oleh : Rizkidya Utami, SP
Kategori: Budidaya Tanaman - Dibaca: 35 kali

Pendahuluan

Jamnbu air berasal dari daerah Indo Cina dan Indonesia, tersebar ke Malaysia dan pulau-pulau di Pasifik. Selama ini masih terkonsentrasi sebagai tanaman pekarangan untuk konsumsi keluarga. Buah Jambu air tidak hanya sekedar manis menyegarkan, tetapi memiliki keragaman dalam penampilan. Jambu air (Eugnia aquea Burm) dikategorikan salah satu jenis buah-buahan potensial yang belum banyak disentuh pembudidayaannya untuk tujungan komersial

Syarat tumbuh jambu air

Iklim yang cocok untuk budidaya jambu air:

Angin sangat berperan dalam pembudidayaan jambu air. Angin berfungsi dalam membantu penyerbukan pada bunga. Tanaman jambu air akan tumbuh baik di daerah yang curah hujannya rendah/kering sekitar 50003000 mm/tahun dan musim kemarau lebih dari 4 bulan. Dengan kondisi tersebut, maka jambu air akan memberikan kualitas buah yang akan dihasilkan. Intensitas cahaya matahari yang ideal dalam pertumbuhan jambu air adalah 4080%. Suhu yang cocok untuk pertumbuhan tanaman jambu air adalah 18-28 derajat C. kelembapan antara 50-80%.

Pedoman Budidaya Jambu Air

Pembibitan Jambu Air

  1. Persyaratan Benih/ Bibit Jambu Air

Biji berasal dari varietas unggul, berumur lebih dari 15 tahun, produktif dan produksi stabil. Biji berasal dari buah masak pohon, yang besarnya normal dan mulus. Biji dikering anginkan selama 1-3 hari di tempat teduh. Biji-biji yang memenuhi syarat adalah berukuran relative besar, ukuran seragam, bernas dan tidak cacat, dianjurkan dalam menggunakan bibit jambu air hasil cangkokan/ okulasi. Selain lebihmudah dilakukan , cara ini lebih cepat menghasilkan buah.

  1. Persiapan Benih Jambu Air
    1. Bibit Enten (Grafting)

Model sambungan yang terbaik adalah sambungan celah. Batang bawah berasal dari bibit hasil perbanyakan dengan biji yang berumur 10 tahun, sedangkan pucuk berasal dari pohon induk unggul. Setelah disambung bibit dipelihara selama 2-3 bulan.

  1. Bibit Cangkok

Cabang yang akan dicangkok berada pada tanaman yang unggul dan produktif. Cabang yang dipilih tidak terlalu tua/ muda. Berwarna hijau keabuabuan/ kecoklat-coklatan dengan diameter sedikitnya  1,5cm. setelah 2-2,5 bulan (sudah berakar), bibit segera dipotong dan ditanam dipolibag dengan media campuran: pupuk kandang 1:1. Bibit dipelihara selama 1 bulan.

  1. Teknik Penyemaian Benih

Persemaian dapat dilakukan di dalam bedengan atau di polibag.

  1. Bedengan

Olah tanah sedalam 30-40cm dengan cangkul kemudian keringkan selama 15-30 hari.

Buat bedengan dengan lebar 100-120cm tinggi 30-40cm, panjang sesuai lahan & jarak antar bedengan 60cm.

Campurkan 2kg/m2 pupuk kandang dengan tanah bedengan.

Buat sungkup bedengan berbentuk setengah lingkaran dengan tinggi pusat lingkaran minimal 50cm. Naungi sungkup dengan plastic bening.

  1. Polybag

Lubangi dasar polybag diameter 10-15cm

Isi polibag dengan media berupa campuran tanah, pupuk kandang (2:1)

Simpan polybag didalam sungkup

  1. Pemeliharaan Pembibitan/ Penyemaian

Pemeliharaan pembibitan dilakukan dengan cara sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber gbr: kebuntani.com