SEKILAS INFO

     » Selamat Datang di Website Resmi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Madiun
Jumat, 07 Juli 2017 - 08:50:51 WIB
Budidaya dan Pengolahan Tanaman Cengkeh

Diposting oleh : Rizkidya Utami, SP
Kategori: Budidaya Tanaman - Dibaca: 34 kali

 

Cengkeh (Syzygium aromaticum L Merr&Pcrry), termasuk dalam family Myrtaceae dan merupakan tanaman asli Indonesia. Tanaman berbentuk pohon, tingginya dapat mencapai 40 M, dengan kanopi dapat berbentuk silindris, pyramid, dan bulat tergantung tipe atau varietasnya. 

Budidaya  Tanaman Cengkeh

Semua tanaman mempunyai persyaratan tumbuh yang harus dipenuhi agar tanaman memberikan hasil optimal. Tanaman cengkeh ini cocok tumbuh di ketinggian tempat antara 200-600 mdpl, curah hujan 2000-3500 mm/th, dengan topografi lahan datar sampai agak miring, struktur tanah gembur dengan pH 4,5 – 7,0.

Hama Penyakit

Hama Utama yang menyerang tanaman cengkeh adalah penggerek batang, penggerek cabang dan ranting. Penyakit utama tanaman cengkeh yaitu Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh (BPKC). Penyakit BPKC salah satu penyakit yang paling merusak sehingga menyebabkan kematian, penyebabnya adalah Bakteri Pseudomono Syzigii.

Panen dan Pasca Panen

Pemungutan bunga cengkeh dilakukan dengan cara memetik tangkai bunga dengan tangan. Waktu panen sangat berpengaruh terhadap rendemen dan mutu bunga cengkeh serta minyak atsirinya. Pemetikan harus dilakukan pada tingkat kemasakan yang tepat. Saat yang paling bagus adalah pada saat kepala buah yang terdiri dari mahkota bunga masih tertutup dan bundar bentuknya, berisi dan mengkilat.  Pengeringan dapat dilakukan dengan menjemurnya dibawah sinar matahari langsung atau menggunakan pengering buatan. Proses pengeringan dianggap selesai apabila warna bunga cengkeh telah berubah menjadi coklat kemerahan, mengkilat, mudah dipatahkan dengan jari tangan. Kualitas cengkeh dibedakan dan dinilai menurut kekeringannya, persentase kotoran, persentase yang tidak berkepala, persentase yang muda dan warnanya.

Pemasaran

Mutu cengkeh dipengaruhi oleh berbagai factor antara lain lingkungan tumbuh, varietas dan cara pengolahannya. Cengkeh yang bermutu baik nilai jualnya akan lebih mahal. Standar mutu cengkeh yang berlaku di Indonesia saat ini adalah SNI No. 01-3392-1994 yang dibuat oleh Dewan Standarisasi Nasional (DSN). Produk lanjutan dari cengkeh misalnya minyak cengkeh diperoleh dengan cara menyuling daun, gagang atau bunga cengkeh. Setiap jenis minyak cengkeh mempunyai standart mutu masing-masing yang telah ditetapkan oleh DSN yang dituangkan dalam SNI NO. 06-2387-1991.