SEKILAS INFO

     » Selamat Datang di Website Resmi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Madiun
Rabu, 21 Juni 2017 - 13:11:27 WIB
Budidaya Tanaman Jahe Sistem Vertikultur

Diposting oleh : Rizkidya Utami, SP
Kategori: Budidaya Tanaman - Dibaca: 228 kali

 

Teknik vertikultur merupakan cara menanam tanaman dengan cara ditempatkan di media atau wadah yang disusun secara vertical, teknik ini digunakan untuk menanam atau membudidayakan tanaman dengan kondisi lahan yang sempit atau lebih tepatnya cara tanam dengan memanfaatkan lahan atau ruang tanam yang sedikit untuk menghasilkan panen yang maksimal.

Nah keunggulannya dengan teknik vertikultur adalah:

  1. Hemat lahan dan air
  2. Wadah atau media dapat disesuaikan dengan kondisi yang ada
  3. Pemeliharaan yang mudah
  4. Hasil lebih banyak
  5. Mendukung cara pertanian organic
  6. Efisiensi hasil mencapai 90% dari budidaya konvensional

Selanjutnya adalah cara menanam jahe dengan media polybag adalah

  1. Penyiapan Media Tanam

Setelah menentukan media apa yang akan kita pakai selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah menyiapkan tanah untuk isian media atau tempat tanamnya jahe, isian yang digunakan adalah tanah, pasir, dan pupuk organik dengan perbandingan 3:2:1 atau 3:1:1

-          Tanah, tanah yang baik adalah tanah yang gembur dan subur. Gembur artinya remah dan komposisi liat, pasir dan debunya seimbang. Subur berarti banyak kandungan unsure haranya. JIka tanah tersebut tidak tersedia maka diperlukan perlakuan lain agar tanah dapat digunakan , seperti penambahan pasir dan pupuk.

-          Pasir, pasir diperlukan jika tanah yang digunakan mengandung fraksi liat yang cukup tinggi. Pasir yang digunakan adalah pasir ladu atau pasir yang bercampur dengan lumpur. Selain murah, pasir ini juga masih mengandung bahan-bahan mineral endapan.

-          Pupuk Organik, pupuk organic bisa menggunakan pupuk kandang, pupuk kompos atau bokashi. Meskipun menggunakan pupuk kandang, akan lebih bagus jika pupuk kandang yang telah dihancurkan dan difermentasikan sehingga lebih cepat diserap oleh akar tanaman.

  1. 2.       Pembibitan Jahe

Bibit yang ideal adalah bibit telah berumur tua, besar, warnanya ccerah dan tidak ada lukanya, untuk itu mencari bibit jahe yang akan kita tanam. Untuk menghindari penyakit yang disebabkan jamur perlu dilakukan perendaman bibit kedalam larutan fungisida (misalnya Dithane M-45) selama lebih kurang 15 menit.

Selanjutnya bibit di semai di tempat yang lembab dan tidak terkena matahari ataupun hujan secara secara langsung, bisa di kumbung atau gudang dengan dialasi alang-alang atau jerami, kemudian letakkan benih secara merata diatas alang-alang atau jerami tadi dan tutup kembali dengan jerami atau alang-alang. Perlu diperhatikan untuk mengecek bibit setiap hari guna mengontrol kelembapan benih dengan menyiraminya dengan sedikit air secara merata, setelah lebih kurang 2 minggu akan tumbuh tunas-tunas kecil berwarna putih dengan ukuran 3cm atau lebih, dan itu tandanya benih siap ditanam kemedia.

  1. Penanaman Rimpang Jahe

Setelah benih siap ditanam, masukkan rimpang kedalam Polibag atau media, banyaknya jumlah rimpang tergantung besar rimpang dan jumlah mata tunasnya. Usahakan menanam benih jahe secara merata agar nantinya jahe mudah berkembangnya dan timbun dengan campuran tanah yang telah diramu sebelumnya. Setelah itu siram dengan air secukupnya dan letakkan karung yang telah diisi oleh benih ke daerah yang ternaungi dari sinar matahari langsung sampai 2-3 bulan supaya daunnya tidak menguning.

  1. Pemeliharaan Tanaman Jahe

-          Penyiraman, untuk penyiraman tanaman usia sampai 3 bulan perlu dilakukan setiap hari jika kondisi tidak hujan, hal ini karena pada usia tersebut rimpang masih banyak membutuhkan air, waktunya lebih baik pada sore hari, untuk usia 3 bulan lebih tidak perlu terlalu sering disiram namun kondisikan tanahnya agar tanah tidak terlalu kering dan tidak terlalu lembab karena dapat menyebabkan rimpang menjadi busuk.

-          Penyiangan, sampai usia 4 bulan tanaman jahe perlu disiangi karena tanamannya belum begitu rimbun, hal ini juga masih diakali dengan menambahkan mulsa jerami untuk menekan pertumbuhan gulma. Selain itu tanah dalam Polybag perlu digemburkan agar akar tumbuh dengan mudah dan sirkulasi udaranya baik, caranya bisa menggunakan cetok atau alat bantu lain yang ada dan bisa memudahkan proses tersebut

-          Pemupukan, dapat dilakukan dengan pupuk kimia ataupun pupuk organic untuk menjamin kualitas alaminya, untuk pupuk organic bisa diberikan pada usia 2 bulan, banyaknya sekitar 1/5 ukuran media atau polibagnya dan sekaligus melakukan proses pembumbunan tanaman jahe. Pemupukan dapat dilakukan sebanyak 3 kali sampai waktu panen.

-          Pemangkasan, perlu dilakukan untuk merangsang pertumbuhan tunas baru, pada usia 2-3 bulan dapat dilakukan pemangkasan, pangkaslah beberapa tangkai saja, sisakan sedikit untuk proses fotosintesis tanaman jahe.

  1. Pengendalian Hama Penyakit

-          Pengendalian dengan Cara Mekanis: Cara ini dengan membunuh atau menyingkirkan secara langsung hama yang mengganggu tanaman jahe kita

-          Pengendalian dengan Cara Kimiawi : Cara ini dengan menggunakan insektisida yang disemprotkan ke tanaman jahe kita untuk menanggulangi hama seperti belalang dan ulat, dan dianjurkan untuk menggunakan insektisida yang berbahan organic supaya tidak merusak tanaman.

-          Pengendalian penyakit, lebih dititik beratkan pada saat pemilihan benih dan perlakuan sebelum ditanamnya rimpang dengan perendaman fungisida dan pemilihan benih yang baik dapat mencegah tanaman dari penyakit, yang pada umumnya disebabkan oleh bibit yang kurang sehat.

  1. Pemanenan

Usia pemanenan disesuaikan dengan tujuan produk yang akan kita jual, tanaman jahe merah dapat dipanen minimal pada usia 10 bulan, jika tujuannya untuk disuling usia panen ideal adalah 10 bulan karena pada usia tersebut kandungan air masih banyak, namun untuk industry obat-obatan, jamu dan jahe instan usia idealnya adalah satu tahun supaya kualitasnya kandungannya baik. Selain itu tanda bahwa tanaman jahe merah kita siap dipanen adalah dengan menguning dan mengeringnya bagian daun dan batang tanaman jahe kita.

Pemanenan jahe dengan media polibag sangat mudah, karena hanya dengan menyobek polibag dengan hati-hati lalu bersihkan tanah dari rimpang jahe, bila perlu dicuci dengan air sampai bersih.

Banyaknya hasil panen tergantung pada ketekunan dan kejelian kita dalam merawat tanaman jahe kita,namun para petani yang menggunakan media polibag minimal menghasilkan 4kg per polibag (50x50)

  1. Manfaat Tanaman Jahe

Sebagai bumbu masak, pemberi aroma/rasa pada produk makanan dan minuman, untuk industry obat-obatan (sebagai karminatif/ peluruh kentut, anti muntah, pereda kejang, anti pengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, anti imflamasi, anti mikroba dan parasit, anti reumatik, merangsang pengeluaran gentah lambuh dan getah empedu), sebagai pestisida alami tanaman pertanian dan sebagai minyak atsiri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber gambar: novataman.blogspot.com