SEKILAS INFO

     » Selamat Datang di Website Resmi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Madiun
Rabu, 14 Juni 2017 - 14:21:24 WIB
Pedoman Budidaya Ikan di Kolam

Diposting oleh : Rizkidya Utami, SP
Kategori: Bidang Perikanan - Dibaca: 62 kali

Pedoman Budidaya Ikan di Kolam

Dalam rangka peningkatan produksi budidaya perikanan air tawar guna memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat maupun tujuan ekspor maka perlu didukung adanya pedoman teknis budidaya ikan yang baik sehingga memberikan jaminan keamanan produk yang dikonsumsi, demikian juga persyaratan yang ditetapkan pasar ekspor di era globalisasi ini.

Syarat budidaya ikan yang baik adalah:

-          Kolam/wadah budidaya berada di wilayah bebas banjir yang menyebabkan kontaminasi.

-          Sumber air bebas resiko pencemaran limbah peternakan, industry dan domestik

-          Mempunyai tendon / filter/ bak pengendapan dan desain kolam/ wadah sesuai jenis ikan budidaya.

-          Penyimpanan sarana produksi terhindar dari kontaminasi.

 

Budidaya Pembesaran

Wadah budidaya dapat berupa kolam tanah, kolam tembok atau kolam terpal.

Persiapan Kolam Tanah:

-          Persiapan dasar kolam yang terdiri dari pencangkulan/pembajakan tanah dasar kolam minimal ±20cm dari permukaan

-          Dinding kolam dipadatkan agar tidak mudah longsor.

-          Untuk memudahkan pemanenan dibuat kemalir dan kubangan dari pasangan batu merah dengan ukuran ±(1,5 m x2,5 m x30 m) untuk ukuran kolam 80-100 m2.

-          Pemberian kapur kedalam kolam dengan dosis 20 – 200 gram/m2, pengapuran bertujuan memberantas hama penyakit dan memperbaiki keasaman tanah

-          Pemupukan dengan pupuk kandang 500-700 gram/m2 (hindari pupuk kandang yang berasal dari hewan aplikatif terhadap penggunaan antibiotic dan hormone)

-          Setelah 2-3 hari, air dimasukkan setinggi 30-80 cm (tergantung jenis ikan yang ditebar), kemudian ditambahkan pupuk urea 15 gram/m2 dan SP3 10 gram/m2.

 

Persiapan Kolam Tembok/ Terpal:

-          Persiapan kolam tembok hampir sama dengan kolam tanah. Bedanya penggunaan pupukhanya sekedarnya untuk merangsang pertumbuhan pakan alami.

-          Untuk kolam tembok yang masih baru dilakukan perendaman dengan sabut kelapa/ pelepah pisang selama ±1 minggu, sesekali dinding bak digosok. Budidaya ini mengandalkan pemberian pakan buatan (pellet).

 

 

 

 

 

 

 

Penebaran Benih

  1. Persyaratan Benih:

Benih yang berkualitas mempunyai cirri sebagai berikut:

-          Tubuh normal tidak cacat

-          Warna tubuh cerah (tidak kusam/ditempeli organism lain)

-          Bergerak melawan arus;

-          Umur dan ukuran relative seragam

  1. Padat Penebaran Benih

Pada penebaran benih lele 100-300 ekor/m2, benih nila 20-30 ekor/m2, benih gurame 15-25 ekor/m2.

  1. Cara Penebaran Benih:

-          Penebaran benih dilakukan pada waktu pagi atau sore hari atau pada saat udara tidak terlalu panas.

-          Sebelum benih ditebar dilakukan aklimitisasi (adaptasi) suhu yaitu dengan kolam/bak. Setelah bagian dalam kantong mengembun rata (±15-30 menit), kantong dibuka dan benih dibiarkan keluar.

-          Setelah benih ditebar tidak boleh langsung diberi pakan, setidaknya 2 hari setelah penebaran baru diberi pakan dengan cara pakan direndam dulu sampai mengembang (tidak terlalu basah, tidak terlalu kering)

 

Pemberian Pakan

Selain pakan alami yang tersedia pada kolam tanah, untuk mempercepat pertumbuhan ikan budidaya perlu diberikan pakan tambahan berupa pellet dengan kandungan protein 28-30%, sedangkan besarnya ukuran pakan disesuaikan dengan besarnya bukaan mulut ikan. Adapun jumlah makanan 2-4% perhari dari berat total ikan. Frekuensi pemberian pakan dilakukan 2-4kali/hari. FCR 1,1-1,5. Untuk ikan gurame dan nila setelah umur 1 bulan ditambahkan daun-daun hijau sebagai tambahan makanan. Apabila kondisi air (kualitas dan kuantitas) memungkinkan pada budidaya lele, setelah umur 1,5bulan dapat ditambahkan ikan rucah.

 

Manajemen Kualitas Lingkungan

Manajemen Kualitas lingkungan melalui penggantian air dengan cara sebagai berikut:

  1. Penggantian air dilakukan setelah ikan berumur 25-30 hari dari tebar benih sebesar 1-30%. Selama pemeliharaan penggantian hanya dilakukan kalau keadaan air benar-benar jelek dan nafsu makan ikan kurang baik, terutama pada ikan yang berumur 1,5 bulan sampai panen. Cara ini membiasakan ikan untuk hidup di air yang keruh dan sangat cocok untuk lokasi dengan sumber air terbatas.
  2. Air diganti setelah ikan berumur lebih dari 2 minggu dan seterusnya dengan air terus mengalir setiap harisebanyak 20-80% sesuai dengan kepadatan dan ukuran ikan. Dengan cara ini kepadatan ikan yang ditebar bisa lebih tinggi dan cara ini hanya bisa dilakukan di lokasi dengan sumber yang lancar. Hal yang perlu diperhatikan dalam manajemen air adalah untuk tidak memasukkan air yang lebih dingin daripada air kolam. Ikan yang terbiasa di air mengalir kurang tahan pada waktu kondisi air yang masuk keruh.
  3. Apabila kondisi suhu air siang hari kurang dari 260C maka perlu dilakukan penggantian air; apabila suhu air lebih dari 260C pada siang hari maka penggantian air dapat dilakukan 1 bulan. Setelah penebaran benih, selanjutnya setiap hari tergantung kebutuhan. Suhu air ideal untuk budidaya ikan adalah 28-310 C

 

Pengendalian Penyakit

Tindakan pencegahan lebih diutamakan daripada pengobatan penyakit, sehingga resiko terjangkitnya penyakit dapat dihindari dengan cara sebagai berikut:

-          Penggunaan benih ikan yang berkualitas

-          Pemberantasan hama penyakit waktu persiapan kolam

-          Tidak menggunakan system pengairan secara seri

-          Peningkatan kesehatan ikan dengan pemberian munostimulan/ vitamin c pada ikan yang berumur 1 bulan.

 

Penanganan Pasca Panen

Pemanenan dilakukan setelah ikan mencapai berat ukuran konsumsi/tujuan ekspor. Masa pemeliharaan ikan lele 2-3 bulan. Cara penanganan panen sebagai berikut:

-          Setelah air dikeluarkan, ikan akan berkumpul di kubangan dan dengan mudah dipanen.

-          Untuk pengankutan ikan hidup, segera siapkan bak/wadah penampung

-          Untuk ikan nila tujuan ekspor, dijaga agar tidak terjadi pendarahan pada bagian tubuh.

 

 

 

 

sumber gambar: http://1.bp.blogspot.com