SEKILAS INFO

     » Selamat Datang di Website Resmi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Madiun
Senin, 22 Agustus 2016 - 07:52:40 WIB
Budidaya Tanaman Kedelai

Diposting oleh : Rizkidya Utami, SP
Kategori: Budidaya Tanaman - Dibaca: 551 kali

Pemanfaatan lahan sawah beririgasi teknis sampai saat ini masih belum optimal, sebagian masih memiliki pola tanam padi- padi-bera, dengan demikian indeks pertanaman masih dibawah 300. Ada juga petani dengan pola tanam padi-padi-padi. Pola tanam yang demikian sangat membahayakan, karena tidak terputusnya siklus hidup OPT padi. Oleh sebab itu sangat dianjurkan pada lahan sawah beririgasi teknis menggunakan pola tanam padi padi palawija atau sayuran dataran rendah. Salah satu tanaman palawija yang dianjurkan adalah kedelai, sehingga pola tanamnya menjadi padi padi kedelai.

Kedelai dianjurkan, sebab ada beberapa keuntungan,

yaitu :

a. Kebutuhan air lebih hemat dibanding tanaman Padi.

b. Menambah kesempatan kerja bagi buruh tani.

c. Mengurangi import kedelai.

d. Menambah kesuburan tanah.

e. Dapat memutuskan siklus hama dan penyakit padi.

f. Dapat meningkatkan pendapatan Petani

 

Penguasaan teknik bercocok tanam kedelai perlu dikuasai oleh para petani, leaflet ini dimaksudkan untuk dapat meningkatkan pengetahuan petani mengenai budidaya kedelai.

 

VARIETAS

Varietas kedelai yang dianjurkan untuk lahan bekas tanaman padi adalah varietas yang berumur genjah (kurang dari 80 hari) dan berumur sedang (81 89 hari).

Varietas Kedelai yang dirilis Pemerintah : Dega 1, Devon 1 (2015); Demas 1, Dena 1, Dena 2 (2014); Dering 1(20120; Gema (2011); Argopuro (2005); Anjasmoro (2001); Grobokan (2000); Wilis (1999) atau Varietas lokal yang adaptif terhadap lingkungan.

Hal yang perlu diperhatikan secara khusus untuk mendapatkan benih bermutu tinggi adalah sortasi dan penyimpanan benih.

 

Biji terpilih adalah yang sehat, utuh/ bernas dan memiliki daya tumbuh tinggi. Syarat-syarat benih bermutu, yaitu:

a. Murni dan diketahui nama varietasnya.

b. Berdaya kecambah tinggi, yaitu 80 % atau lebih.

c. Memiliki vigor yang baik : tumbuh cepat dan serempak, kecambahnya sehat.

d. Bersih, tidak tercampur dengan biji rumput, kotoran dan biji tanaman lainnya.

e. Sehat, tidak menularkan penyakit, serta tidak terinfeksi cendawan yang menyebabkan busuk.

f. Bernas, tidak keriput dan utuh serta kering.

Kebutuhan  benih per hektar  berkisar antara 30 - 50 kg, tergantung pada :

a. Jarak tanam yang digunakan.

b. Ukuran biji ( berat 100 biji)

c. Daya tumbuh benih.

 

PENGOLAHAN TANAH

Pada umumnya bertanam kedelai di lahan sawah bekas padi sawah dilakukan tanpa pengolahan tanah. Pengolahan tanah, selain kurang berguna, juga meng-akibatkan penambahan biaya, waktu tanam kedelai ter-lambat dan tanah menjadi kering. Beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :

a.     Bila tanah terlalu becek, buat saluran drainase dengan jarak bedengan 3 - 4 m dan panjang disesuaikan dengan petakan, lebar 50 cm, dengan kedalaman antara 30 - 40 cm.

b.     Untuk menekan gulma dan mempertahankan kelembaban, gunakan mulsa (penutup tanah) dari jerami yang dipotong.

 

Inokulasi Rhizobium

Untuk lahan sawah yang baru pertama kali ditanami kedelai, sebaiknya dilakukan inokulasi Rhizobium, dengan tujuan untuk menumbuhkan bintil pada akar kedelai yang dapat mengikat unsur N dari udara. Caranya :

a.  Ambil tanah bekas pertanaman kedelai, ambil bintil akar kedelai, bintil akar berwarna merah/gelap berisi bakteri Rhizodium

b. Kering anginkan dan tumbuk sampai halus.

c. Rhizodium dapapt disimpan di tempat keringterlindung dari matahari langsung dan tertutup rapat (botol)

d. Benih kedelai yang akan ditanam dibasahi dulu.

e.  Campurkan tanah halus tersebut dengan benih yang sudah dibasahi, dengan takaran 1 kg tanah untuk 10 kg benih, aduk sampai merata.

Saat ini ada Inokulum Rhizobium yang sudah jadi, dijual dipasaran, yang disebut legin, campurkan benih kedelai yang sudah dibasahi dengan 7,5 gram legin/1kg benih.

 

Penanaman

Sebaiknya penamanan dengan cara ditugal, dengan urutan sebagai berikut :

a.      Tanah ditugal di dekat tunggul jerami atau diantaranya.

b.     Letakan benih 2 - 3 biji pada lubang tugalan dan tutup dengan tanah atau abu sekam, abu dapur.

c.      Tutup dengan mulsa jerami atau dibiarkan terbuka.

d.     Penyulaman dengan biji sebaiknya dilaksanakan 4 - 7 hari setelah tanam.

e.      Jarak tanam yang dapat digunakan : 25 X 25 Cm, 20 X 20 Cm, atau 30 X 15 cm.

 

Pemupukan

Bisa ditambahkan Pupuk NPK dengan Dosis 50 - 100 Kg/hektar

 

Penyiangan

Penyiangan dilakukan tergantung dari ada/tidaknya dan banyaknya gulma (tanaman pengganggu), apabila diperlukan dapat dilakukan 2 kali, yaitu pada 2 - 4 minggu setelah tanam dan kedua setelah tanaman selesai berbunga.

 

Hama dan Penyakit

Hama tanaman kedelai umumnya banyak menyerang bagian batang tanaman muda, daun dan polong. Ham utama tanaman kedelai setelah padi gadu yaitu tikus, ulat grayak dan hama penggerek polong.

a. Pengendalian hama tanaman yang masih muda.

Hama yang biasa menyerang yaitu lalat kacang atau lalat bibit. Lalat bibit meletakan telurnya pada keping biji atau daun muda, menetas dan menggerak batang. Penggunaan insektisida Larvin pada benih dapat menekan serangan hama ini, dengan dosis 20 gram/kg benih.

b. Pengendalian hama daun.

Hama daun terdiri dari berbagai jenis ulat, terutama ulat grayak, aphis dan lalat putih. Pengamatan intensif disertai pencegahan dini sangat diperlukan. Apabila tidak bisa diatasi dengan pencegahan, maka dapat dilakukan penyemprotan dengan Atabron 50 EC, Matador 25 EC, Bayrusil 250 EC dengan dosis 2 cc/liter air.

c. Pengendalian hama polong.

Hama polong terdiri dari penggerek polong dan pengisap polong. Pengendaliannya secara preventif dilakukan penyemprotan insektisida pada satu minggu setelah berbunga, dan diulang setiap dua minggu jika terdapat serangan, penyemprotan dihentikan dua minggu sebelum dipanen. Insektisida yang dapat digunakan yaitu : Trebon50 EC, Tamaron 200 LC dan Lannate dengan dosis 2 cc/liter air.

d. Pengendalian hama tikus

- Sebelum tanam kedelai, yaitu menjelang panen padi, adakan gerakan pengendalian tikus secara intensif dengan cara gropyokan dan emposan.

- ingkungan sekitar tanaman harus bersih, untuk meng- hindari tikus bersarang.

- Adakan pengemposan dan pengumpanan tikus terus menerus selama pertanaman kedelai.

e. Pengendalian penyakit

Untuk pengendalian penyakit karat daun dan sclerotium, dapat digunakan fungsidida, seperti Dithane M-45 dengan dosisi 2 gram / liter air. Sedangkan penyakit-penyakit tanaman kedelai yang disebabkan oleh bakteri dan virus masih sulit pengendaliannya, oleh sebab itu sebaiknya dilakukan iradikasi (tanaman yang terserang dicabut dan dibakar) atau memberantas serangga yang merupakan penularnya (vektor).

PANEN

Ciri tanaman kedelai yang siap dipanen yaitu daun dan polong menguning. Panen dilakukan denga cara membabat pangkal batang diatas permukaan tanah dengan sabit atau alat khusus lainnya. Berangkasan dijemur sampai kering, setelah kering dipukul-pukul dengan alat pemukul, sampai biji terpisah dari berangkasannya. Kemudian biji dibersihkan (ditampi), selanjutnya dijemur sampai kering betul (kadar air mencapai sekitar 10 - 12 %). Penjemuran harus menggunakan alas, agar kebersihan biji dapat terjamin. Pada umumnya biji (ose) kedelai untuk konsumsi setelah kering disimpan (dikemas) dalam karung, yang terbaik adalah karung goni.